Manajemen Fasilitas Kesehatan
Pentingnya Indikator BOR, TOI, AVLOS, BTO, NDR, dan GDR dalam Manajemen Rumah Sakit


Pengelolaan rumah sakit bukan hanya soal memberikan pelayanan medis, tetapi juga tentang bagaimana memastikan seluruh sumber daya digunakan secara optimal, aman, dan berkelanjutan. Rumah sakit merupakan organisasi kompleks yang melibatkan banyak unit, tenaga profesional, serta alur layanan yang saling terhubung. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit membutuhkan indikator kinerja yang jelas, terukur, dan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Di Indonesia, indikator BOR, TOI, AVLOS, BTO, NDR, dan GDR telah menjadi standar utama dalam menilai kinerja pelayanan rumah sakit, khususnya layanan rawat inap. Indikator-indikator ini digunakan oleh manajemen rumah sakit, tim mutu, hingga regulator untuk menilai efisiensi, kualitas layanan, dan keselamatan pasien.


Mengapa Indikator Kinerja Rumah Sakit Sangat Krusial

Tanpa indikator yang terukur, rumah sakit akan kesulitan menjawab pertanyaan mendasar seperti:

  • Apakah kapasitas rawat inap sudah dimanfaatkan secara optimal
  • Apakah alur pelayanan rawat inap berjalan efisien
  • Apakah mutu pelayanan klinis sudah sesuai standar
  • Apakah terdapat risiko keselamatan pasien yang perlu segera ditangani

Indikator BOR, TOI, AVLOS, BTO, NDR, dan GDR memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi operasional dan klinis rumah sakit, sehingga keputusan manajemen tidak lagi bersifat reaktif, melainkan berbasis data.


1. BOR (Bed Occupancy Rate)

BOR menunjukkan persentase keterisian tempat tidur rumah sakit dalam periode tertentu. Indikator ini menjadi tolok ukur utama dalam menilai pemanfaatan kapasitas rawat inap.

  • BOR terlalu rendah menandakan rendahnya utilisasi tempat tidur, yang berdampak pada inefisiensi biaya operasional.
  • BOR terlalu tinggi menunjukkan risiko kepadatan layanan, kelelahan tenaga medis, dan penurunan kualitas perawatan.

Nilai BOR ideal umumnya berada di kisaran 60 hingga 85 persen. Dengan memantau BOR secara rutin, manajemen dapat menentukan kebijakan penambahan tempat tidur, redistribusi ruang perawatan, atau evaluasi strategi layanan.


2. TOI (Turn Over Interval)

TOI mengukur rata-rata waktu tempat tidur kosong sejak pasien keluar hingga ditempati kembali oleh pasien berikutnya. Indikator ini sering kali luput dari perhatian, padahal memiliki dampak besar terhadap efisiensi operasional.

  • TOI yang terlalu lama menandakan proses administrasi, kebersihan, atau koordinasi antar unit belum optimal.
  • TOI yang terlalu singkat berisiko mengurangi standar kesiapan dan kebersihan tempat tidur.

Nilai TOI ideal berkisar antara 1 hingga 3 hari. Pemantauan TOI membantu manajemen meningkatkan koordinasi antar unit, khususnya antara perawat, petugas kebersihan, dan administrasi rawat inap.


3. AVLOS (Average Length of Stay)

AVLOS menunjukkan rata-rata lama hari perawatan pasien rawat inap. Indikator ini erat kaitannya dengan efektivitas pelayanan medis dan efisiensi penggunaan tempat tidur.

  • AVLOS yang tinggi dapat mengindikasikan kompleksitas kasus, keterlambatan tindakan, atau hambatan administrasi.
  • AVLOS yang terlalu rendah perlu dianalisis untuk memastikan pasien tidak dipulangkan sebelum kondisi benar-benar stabil.

Dengan memahami AVLOS, manajemen rumah sakit dapat mengevaluasi alur klinis, waktu tunggu tindakan medis, serta efektivitas koordinasi antar dokter dan unit penunjang.


4. BTO (Bed Turn Over)

BTO menunjukkan berapa kali satu tempat tidur digunakan oleh pasien dalam periode tertentu. Indikator ini memberikan gambaran intensitas pemanfaatan tempat tidur.

  • BTO tinggi menunjukkan pemanfaatan tempat tidur yang baik.
  • BTO rendah menandakan kapasitas rawat inap belum dimaksimalkan.

Analisis BTO yang dikombinasikan dengan BOR dan AVLOS akan membantu manajemen menilai keseimbangan antara jumlah pasien, lama perawatan, dan kapasitas tempat tidur.


5. NDR (Net Death Rate)

NDR mengukur angka kematian pasien yang terjadi setelah lebih dari 48 jam perawatan. Indikator ini menjadi salah satu ukuran utama mutu pelayanan klinis.

NDR yang tinggi dapat menjadi sinyal adanya masalah pada:

  • Proses diagnosis
  • Penanganan kasus berat
  • Sistem monitoring pasien
  • Koordinasi antar tenaga medis

Oleh karena itu, NDR perlu dianalisis secara mendalam sebagai bagian dari program peningkatan mutu dan keselamatan pasien.


6. GDR (Gross Death Rate)

GDR menunjukkan angka kematian pasien secara keseluruhan, termasuk pasien yang meninggal dalam waktu kurang dari 48 jam perawatan.

Indikator ini memberikan gambaran umum tingkat mortalitas rumah sakit dan sering digunakan sebagai bahan evaluasi makro dalam laporan manajemen dan pelaporan ke regulator.


Tantangan Rumah Sakit dalam Mengelola Indikator Secara Manual

Banyak rumah sakit masih menghadapi kendala dalam menghitung dan memantau indikator ini, seperti:

  • Data tersebar di berbagai unit
  • Perhitungan dilakukan manual
  • Laporan baru tersedia di akhir bulan
  • Potensi kesalahan input dan interpretasi data

Kondisi ini membuat manajemen sering terlambat dalam mengambil keputusan strategis.


Executive Dashboard SIMRS Medify: Monitoring Real-Time untuk Pimpinan Rumah Sakit

Executive Dashboard SIMRS Medify

Melalui Executive Dashboard aplikasi SIMRS Medify, seluruh indikator BOR, TOI, AVLOS, BTO, NDR, dan GDR dapat dipantau secara real-time dalam satu tampilan terpadu.

Data diperbarui otomatis dari seluruh unit layanan, sehingga pimpinan rumah sakit dapat:

  • Memantau kinerja rawat inap setiap saat
  • Mengidentifikasi tren dan potensi masalah lebih dini
  • Mengambil keputusan strategis tanpa menunggu laporan manual
  • Mendukung akreditasi dan pelaporan regulasi

Dashboard ini dirancang khusus untuk kebutuhan manajemen dan direksi rumah sakit.


Medify sebagai SIMRS Pendukung Keputusan Berbasis Data

Medify menghadirkan SIMRS terintegrasi yang tidak hanya mencatat data operasional, tetapi juga mengubah data tersebut menjadi informasi strategis bagi manajemen rumah sakit. Dengan sistem yang terhubung antar unit, Medify membantu rumah sakit meningkatkan efisiensi, transparansi, dan mutu layanan secara berkelanjutan.

Tingkatkan efektivitas pengelolaan rumah sakit Anda dengan pemantauan indikator kinerja secara real-time.
Kunjungi halaman Hubungi Kami atau langsung hubungi tim Medify melalui WhatsApp untuk konsultasi dan jadwal demo sistem.

Artikel Terkait

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Cara Menyelaraskan Visi Medis dan Bisnis Rumah Sakit

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Kesalahan Strategis Manajemen Rumah Sakit di Indonesia

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Platform SIMRS yang Banyak Digunakan di Rumah Sakit Swasta di Indonesia

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Bagaimana Data Real-Time Membantu Pimpinan RS Membuat Keputusan Cepat

Artikel Lainnya

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Rekam Medis Elektronik (RME): Fondasi Sistem Kesehatan Digital Rumah Sakit Modern

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Kendala Manajemen Keuangan Rumah Sakit Tanpa Sistem Terintegrasi

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Antrian Pasien Menumpuk? Ini Cara Optimalkan Sistem Pendaftaran Online Rumah Sakit

Manajemen Fasilitas Kesehatan
5 Masalah Umum dalam Operasional Faskes dan Cara Mengatasinya

Manajemen Fasilitas Kesehatan
Apa Itu Aplikasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) dan Mengapa Penting untuk Faskes?

logo-whatsapp