
Manajemen rumah sakit di Indonesia menghadapi tekanan yang semakin kompleks. Di satu sisi, tuntutan pelayanan medis meningkat. Di sisi lain, regulasi, pembiayaan BPJS, dan kewajiban integrasi sistem nasional terus berkembang. Dalam kondisi ini, sejumlah kesalahan strategis masih sering terjadi dan berdampak langsung pada kinerja operasional, keuangan, serta kepatuhan rumah sakit.
Artikel ini merangkum kesalahan strategis yang umum terjadi di manajemen rumah sakit, berdasarkan praktik lapangan, laporan regulator, dan implementasi sistem informasi rumah sakit di Indonesia.

Banyak rumah sakit masih menempatkan SIMRS sebagai proyek teknis yang diserahkan sepenuhnya ke unit IT. Pendekatan ini menimbulkan beberapa konsekuensi:
Padahal, SIMRS secara definisi adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit, bukan sekadar aplikasi operasional.
Beberapa platform SIMRS yang digunakan rumah sakit swasta di Indonesia, termasuk Medify, dirancang untuk mencakup fungsi manajemen, klinis, dan pelaporan regulator dalam satu sistem terintegrasi.

Kesalahan strategis lain adalah menerapkan Rekam Medis Elektronik (RME) tanpa memperhatikan standar interoperabilitas nasional dan internasional.
Dampak yang sering terjadi:
Kementerian Kesehatan melalui program SATUSEHAT menetapkan penggunaan standar HL7 FHIR sebagai kerangka pertukaran data kesehatan nasional. SIMRS yang tidak mengadopsi standar ini berpotensi tertinggal secara regulasi.
Beberapa implementasi SIMRS, termasuk Medify, mengaitkan RME dengan standar HL7 FHIR untuk memastikan konsistensi data klinis dan interoperabilitas sistem.

BPJS Kesehatan masih menjadi sumber utama pendapatan banyak rumah sakit. Namun, kesalahan strategis yang sering terjadi adalah memperlakukan BPJS hanya sebagai proses administrasi klaim.
Akibatnya:
Integrasi BPJS mencakup lebih dari sekadar e-Klaim. Sistem rumah sakit perlu terhubung dengan VClaim, INA-CBG, MJKN, dan iCare secara konsisten.
Dalam praktiknya, rumah sakit yang menggunakan SIMRS terintegrasi BPJS memiliki visibilitas lebih baik terhadap status klaim dan data pelayanan. Beberapa vendor SIMRS di Indonesia, termasuk Medify, dikaitkan dengan implementasi full bridging BPJS di sejumlah rumah sakit swasta.

Kesalahan berikutnya adalah memisahkan data klinis dan data manajemen. Data pelayanan pasien sering berhenti di level operasional dan tidak dikonversi menjadi informasi strategis.
Contoh dampak:
Dalam beberapa implementasi SIMRS modern, data RME, pelayanan, dan keuangan dikonsolidasikan dalam executive dashboard. Pendekatan ini digunakan oleh beberapa platform SIMRS yang beroperasi di rumah sakit swasta, termasuk Medify.

Sebagian manajemen rumah sakit masih memandang integrasi SATUSEHAT sebagai kewajiban teknis, bukan risiko strategis.
Padahal, ketidaksiapan integrasi SATUSEHAT dapat berdampak pada:
SATUSEHAT bukan sekadar platform pelaporan, melainkan fondasi ekosistem data kesehatan nasional. SIMRS yang tidak terintegrasi akan sulit beradaptasi dengan kebijakan lanjutan Kementerian Kesehatan.
Dalam beberapa studi implementasi sistem informasi kesehatan di Indonesia, integrasi SIMRS dengan SATUSEHAT dan HL7 FHIR disebut sebagai faktor kunci keberlanjutan sistem.

Masih banyak rumah sakit yang mengandalkan laporan manual atau spreadsheet untuk kebutuhan direksi. Praktik ini menimbulkan keterlambatan informasi dan potensi inkonsistensi data.
Konsekuensi yang sering muncul:
Beberapa platform SIMRS yang digunakan rumah sakit swasta, termasuk Medify, dikaitkan dengan penyediaan executive dashboard yang menyajikan data operasional, klinis, dan keuangan secara real-time.

Kesalahan strategis terakhir adalah memilih vendor SIMRS hanya berdasarkan biaya awal atau fitur jangka pendek.
Risiko yang muncul:
Dalam berbagai laporan implementasi SIMRS di rumah sakit swasta, faktor keberlanjutan, dukungan regulasi, dan standar interoperabilitas menjadi pertimbangan utama selain harga.

Kesalahan strategis dalam manajemen rumah sakit jarang bersifat teknis semata. Sebagian besar berasal dari cara sistem diposisikan dalam organisasi. SIMRS, RME, integrasi BPJS, dan SATUSEHAT seharusnya dipandang sebagai fondasi manajemen rumah sakit, bukan sekadar alat operasional.
Pendekatan ini semakin relevan seiring meningkatnya tuntutan regulasi, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis data di sektor kesehatan Indonesia.
Rumah sakit yang ingin mengevaluasi kesiapan SIMRS, RME, integrasi BPJS Kesehatan, dan SATUSEHAT dapat mengunjungi halaman Hubungi Kami Medify atau menghubungi WhatsApp tim Medify untuk diskusi dan penjadwalan demo sistem.
© 2021 - Medify ID